berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berta segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

Tampilkan postingan dengan label Khazanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khazanah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2016

Kisah Pertemuan Rasulullah SAW dengan Jibril Tentang Dahsyatnya Neraka (3)



Jakarta, Jurnal Fresh — Sebuah kisah dari Hadis yang diterangkan oleh Ustad Muhamad Ghozali, MA, kepada Aktual.com, Senin (29/02), di Jakarta, menyebutkan, bahwa Yazid Ar-Raqqsyi meriwayatkan dari Anas bin Malik Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW pada waktu yang tidak biasa dengan raut muka yang berbeda dari biasanya. Rasulullah SAW pun bertanya, Wahai Jibril, kenapa Aku melihat raut mukamu berbeda?
Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, aku datang kepadamu pada saat Allah SWT memerintahkan supaya api neraka dinyalakan. Tidak pantas jika orang yang mengetahui bahwa neraka, siksa kubur dan siksa Allah itu sangat dahsyat untuk bersenang sebelum dirinya merasa aman dari ancaman itu.”
Rasulullah SAW menjawab, “Wahai Jibril, lukiskanlah keadaan Neraka itu kepadaku.”
Jibril berkata, “Baik, …Ketika Allah SWT menciptakan Neraka, apinya dinyalakan seribu tahun hingga berwarna hitam pekat, nyala dan baranya tidak pernah padam.”
“Demi Dzat yang mengutus engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya Neraka itu berlubang sebesar lubang jarum, niscaya segenap penghuni dunia akan terbakar karena panasnya.”
“Demi Dzat yg mengutus Engkau dengan kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada baju penghuni Neraka itu digantung di antara langit dan bumi, niscaya semua penghuni dunia akan mati karena bau busuk dan panasnya.”
“Demi Dzat yg mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya sehasta dari mata rantai sebagaimana yang disebutkan didalam Al Quran diletakkan di puncak gunung, niscaya bumi sampai kedalamnya akan meleleh.”
“Demi Dzat yang mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada seorang berada di ujung barat dunia ini disiksa, niscaya orang yang berada di ujung timur akan terbakar karena panasnya.”
Neraka itu mempunyai tujuh pintu dan masing-masing pintu dibagi-bagi untuk laki-laki dan perempuan.
Rasulullah SAW bertanya, Apakah pintu-pintu itu seperti pintu kami ?
Jibril menjawab, Tidak. Pintu itu selalu terbuka dan pintu yang satu berada dibawah pintu yang lain. Jarak pintu yang satu dengan pintu yang lain sejauh perjalan 70 tahun. Pintu yang dibawahnya lebih panas 70 kali lipat dari pintu yang di atasnya.”
“Musuh-musuh Allah SWT diseret kesana dan jika mereka sampai di pintu itu, Malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan membawa rantai dan belenggu. Rantai itu dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya, sedangkan tangan kirinya dibelenggu dengan lehernya, dan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada hingga tembus ke bahu. Setiap orang yang durhaka itu dirantai bersama setan dalam belenggu yang sama, lantas diseret wajahnya tersungkur dan dipukul oleh Malaikat dengan palu. Setiap kali mereka hendak keluar dari Neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalam Neraka,” kata Ustad Muhamad Ghozali, MA.
Rasulullah SAW bertanya, “Siapakah penghuni masing-masing pintu itu?”. Jibril menjawab, “Pintu yang paling bawah namanya Hawiyah. Pintu neraka Hawiyyah ini adalah pintu neraka yang paling bawah (dasar), yang merupakan neraka yang paling mengerikan. Pintu neraka ini ditempati oleh orang-orang munafik, orang kafir termasuk juga keluarga Firaun, dalam neraka Hawiyyah.
Hal ini sebagaimana arti dari firman Allah SWT,”Maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyyah.” (Al Qari’ah : 9)
Pintu kedua namanya Jahim. Yakni pintu Neraka tingkatan ke 6. Tingkatan neraka ini di atasnya neraka Hawiyyah. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah SWT. Hal ini sebagaimana arti firman Allah, “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.” (Asy Syu’ara : 91)
Pintu ketiga namanya Saqar. Tempat arang-orang shabi’in. Merupakan pintu Neraka pada tingkatan ke 5. Di dalam pintu itu ditempati oleh orang-orang yang menyembah berhala atau menyembah patung-patung yang dibuat bangsanya sendiri. Tingkatan pintu neraka ini, terletak di atasnya pintu Neraka Jahim. Tentang neraka ini, Allah SWT telah berfirman yang artinya, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka).” (Al Mudatstsir : 42)
Pintu keempat namanya Ladza. Berisi Iblis dan orang-orang yang mengikutinya, serta orang Majusi. Ladza merupakan pintu neraka pada tingkatan nomor 4. Di dalamnya ditempati Iblis laknatullah beserta orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang terbujuk rayuannya. Kemudian orang-orang Majusi pun ikut serta menempati neraka Ladza ini. Mereka kekal bersama Iblis di dalamnya. Tingkatan pintu neraka Ladza ini di atasnya pintu Neraka Saqar.
Dalam hal ini Allah SWT telah berfirman, “Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak.”(Al Ma’arij : 15). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Iblis dan para pengikutnya akan dimasukkan ke dalam neraka Ladza. Seperti apa yang dikatakan oleh Malaikat Maut (malaikat Izrail) ketika Iblis hendak dicabut nyawanya, maka malaikat maut itu berkata, bahwa Iblis akan diberi minum dari Neraka Ladza.
Pintu kelima namanya Huthamah. Tempat orang-orang Yahudi. Merupakan pintu Neraka pada neraka tingkatan ke 3. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Yahudi dan para pengikutnya. Pintu neraka Huthamah ini, tingkatannya di atas pintu Neraka Ladza yang dihuni para Iblis. Tentang Neraka Huthamah ini, Allah SWT telah berfirman dalam Al Quran, “Dan tahukah kamu, apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan.”(Al Humazah : 5-6)
Pintu keenam namanya Sa’ir. Merupakan pintu Neraka pada neraka tingkatan ke 2. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Nashrani dan para pengikutnya. Pintu neraka ini berada di atas tingkatan pintu neraka Huthamah. Mengenai neraka ini, Allah SWT telah berfirman, “Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (Neraka).”(Al Inshiqaq : 12)
Selanjutnya Jibril terdiam karena merasa segan kepada Rasulullah SAW. kemudian Rasulullah SAWbertanya, “Kenapa engkau tidak memberitahukan penghuni pintu yang ketujuh?”
Jibril menjawab, “Pintu ke tujuh namanya pintu neraka Jahanam. Merupakan pintu neraka yang paling atas (pertama). Di dalamnya berisi umatmu yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak tobat sampai mereka meninggal dunia.”
Mendengar cerita dari malaikat Jibril maka Rasulullah SAW pun pingsan mendengar penjelasan Jibril tersebut. Jibril meletakan kepala Rasulullah SAW di pangkuannya sampai Beliau sadar kembali.
Lalu selang tak lama Salman Al-Farisi datang dan berdiri di depan pintu seraya berkata, Assalaamu’alaikum, yaa ahla baiti rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan junjunganku Rasulullah SAW ?” Namun tidak ada yang menjawab, sehingga meraka pun menangis dan terjatuh.
Rasulullah SAW bersabda, “Betapa besar cobaan yang menimpaku dan aku merasa sangat sedih. Jadi, ada di antara umatku yang akan masuk neraka?”
Jibril menjawab, “benar, yaitu umatmu yang mengerjakan dosa-dosa besar.
Kemudian Rasulullah SAW. menangis, dan Jibril pun juga ikut menangis. Rasulullah SAW lantas masuk ke rumahnya dan menyendiri. Beliau hanya keluar rumah jika hendak mengerjakan salat dan tidak berbicara dengan siapa pun. Dalam salat beliau menangis dan sangat merendahkan diri kepada Allah SWT.
Pada hari yang ketiga, Abu Bakar RA. datang ke rumah beliau dan mengucapkan, Assalaamualaikum, yaa ahla baiti rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan Rasulullah SAW ? Namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya, sehingga Abu Bakar menangis tersedu-sedu.
Umar RA. datang dan berdiri di depan pintu seraya berkata, Assalaamu’ alaikum, yaa ahlal baiti rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan Rasulullah SAW ?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya, sehingga Umar lantas menangis tersedu-sedu.
Kemudian Salman bangkit dan mendatangi rumah Fathimah. Sambil berdiri di depan pintu ia berkata, ” Assalaamu’ alaikum, wahai putri Rasulullah SAW sementara Ali r.a. sedang tidak ada di rumah.
Salman lantas berkata, “Wahai putri Rasulullah SAW, dalam beberapa hari ini Rasulullah SAW. suka menyendiri. Beliau tidak keluar rumah kecuali untuk salat dan tidak pemah berkata-kata serta tidak mengizinkan seseorang untuk masuk ke rumah beliau.”
Fathimah lantas pergi ke rumah beliau (Rasulullah). Di depan pintu rumah Rasulullah SAW Fathimah mengucapkan salam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya adalah Fathimah.”
Waktu itu Rasulullah SAW sedang sujud sambil menangis, lantas mengangkat kepala dan bertanya, Ada apa wahai Fathimah, Aku sedang menyendiri. Bukakan pintu untuknya.” Maka dibukakanlah pintu untuk Fathimah.
Fathimah menangis sejadi-jadinya, karena melihat keadaan Rasulullah yang pucat pasi, tubuhnya tampak sangat lemah, mukanya sembab karena banyak menangis.
Fathimah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang sedang menimpa dirimu wahai ayahku?” Beliau bersabda, “Wahai Fathimah, Jibril datang kepadaku dan melukiskan keadaan neraka. Dia memberitahu kepadaku bahwa pada pintu yang teratas diperuntukkan bagi umatku yang mengerjakan dosa besar. Itulah yang menyebabkan aku menangis dan sangat sedih.”
Fatimah bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, bagaimana mereka masuk ke neraka itu?” Beliau bersabda, “Mereka digiring ke neraka oleh malaikat. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, dan mereka tidak dibelenggu ataupun dirantai.”
Fatimah bertanya,” Wahai Rasulullah, bagaimana sewaktu mereka digiring ke neraka oleh malaikat?” Beliau bersabda, “Laki-laki ditarik jenggotnya, sedangkan perempuan dengan ditarik rambut ubun-ubunnya. Banyak di antara umatku yang masih muda, ketika ditarik jenggotnya untuk digiring ke neraka berkata, Betapa sayang kemudaan dan ketampananku.
Banyak di antara umatku yang perempuan ketika ditarik ke neraka berkata, Sungguh aku sangat malu. Ketika malaikat yang menarik umatku itu sampai ke neraka dan bertemu dengan Malik, Malik bertanya kepada malaikat yang menarik umatku itu, Siapakah mereka itu? Aku tidak pernah melihat orang-orang yang tersiksa seperti mereka. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, mereka tidak dibarengkan dengan golongan setan, dan mereka tidak dibelenggu atau diikat lehernya?
Malaikat itu menjawab, “Kami diperintahkan untuk membawa mereka kepadamu dalam keadaan seperti itu. Malik berkata kepada mereka, Wahai orang-orang yang celaka, siapakah sebenarnya kalian ini? (Dalam hadis yang lain disebutkan, bahwa ketika mereka ditarik oleh malaikat, mereka selalu menyebut-nyebut nama Muhammad. Ketika mereka melihat Malik, mereka lupa untuk menyebut nama Muhammad SAW. karena seramnya Malaikat Malik).
Mereka menjawab, Kami adalah umat yang diturunkan Al Quran kepada kami dan termasuk orang yang mengerjakan puasa pada bulan Ramadhan. Malik berkata, “Al Quran hanya diturunkan untuk umat Muhammad SAW.
Ketika mendengar nama Muhammad, mereka berteriak seraya berkata, ‘Kami termasuk umat Muhammad SAW Malik berkata kepada mereka, Bukankah di dalam Al Quran ada larangan untuk mengerjakan maksiat-maksiat kepada Allah SWT ?
Ketika mereka berada di tepi neraka dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah, mereka berkata Wahal Malik, izinkanlah kami untuk menangisi nasib kami.
Malik mengizinkannya, dan mereka lantas menangis dengan mengeluarkan darah.
Malik lantas berkata, Alangkah baiknya, seandainya tangis ini kamu lakukan sewaktu berada di dunia. Seandainya sewaktu di dunia kamu menangis seperti ini karena takut kepada siksaan Allah, niscaya sekarang ini kamu tidak akan masuk neraka.
Malik lalu berkata kepada Zabaniyah, Lemparkan, lemparkan mereka ke dalam neraka. Ketika mereka dilempar ke dalam neraka, mereka berseru secara serempak mengucapkan kalimat, Laa ilaaha illallah…., sehingga api neraka langsung menjadi padam.
Kemudian Malik berkata, Wahai api, sambarlah mereka! Api itu menjawab, Bagaimana aku menyambar mereka sementara mereka mengucapkan kalimat, Laa ilaaha illallaah. Malik berkata lagi kepada api Neraka, Sambarlah mereka.
Api itu menjawab, Bagaimana aku menyambar mereka, sementara mereka mengucapkan kalimat, Laa ilaaha illallah. Malik berkata, Benar, namun begitulah perintah Allah Arasy. Kemudian api itu pun menyambar mereka. Di antara mereka ada yang disambar sampai dua telapak kakinya, ada yang disambar sampai dua lututnya, dan ada yang disambar sampai lehernya.
Ketika api itu akan menyambar muka, Malik berkata, Jangan membakar muka mereka, karena dalam waktu yang cukup lama mereka bersujud Kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
Dalam Al Quran, Allah SWT telah mensifati neraka Jahannam sebagai berikut, “Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi gunung.”(Al Mursilat : 32) “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.(AlHijr : 43)
Dari Hadits Qudsi, Bagaimana kamu masih bisa melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik Matahari-Ku. Tahukah kamu bahwa neraka jahanam-Ku itu mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai Setiap rantai diseret oleh 70,000 Malaikat.
“Betapa pedih dan mengerikannya Neraka yang diceritakan oleh Malaikat Jibril, bahkan Rasulullah SAW pun menjadi sedih dan menangis tanpa henti-henti akan kabar yang disampaikan Malaikat Jibril kepad Rasulullah SAW,” ungkap Ustad Ghozali dengan meneteskan air mata.
“Keyakinan tentang kegaiban alam Surga dan Neraka, akan mampu menjadi mesin penggerak untuk selalu dan selalu belajar dan bekerja serta beribadah secara baik dan benar, yakni secara islami. Semoga ini menjadi gambaran untuk kita agar kita selalu ingat kepada Allah SWT agar kita dijauhkan dari siksa Neraka yang pedih,” terang ia menutup pembicaraan.
(Ferro Maulana)

ANJURAN NABI MUHAMMAD TENTANG MINUM SUSU



Sahabat Mimilk, susu sapi merupakan minuman yang banyak khasiatnya. Beberapa penelitian telah banyak membuktikan bagaimana khasiat dari susu sapi ini. Namun tahukah sahabat sekalian, bahwa jauh sebelum penelitian modern dilakukan Nabi Muhammad SAW sudah menganjurkan kita untuk meminum susu karena manfaatnya?
Bagi yang belum tahu, berikut hadistnya.


Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ، لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً إِلا الْهَرَمَ ، فَعَلَيْكُمْ بِأَلْبَانِ الْبَقَرِ ، فَإِنَّهَا تَرُمُّ مِنْ كُلِّ الشَّجَرِ

"Ses
ungguhnya Allah 'Azza Wajalla ketika menurunkan penyakit pasti juga menurunkan obatnya, kecuali penyakit tua. Lalu hendaklah kalian meminum susu sapi, karena ia terkumpul dari berbagai macam tumbuhan"
(HR. At Thayalisi 368, dishahihkan Al A
lbani dalam Silsilah Ash Shahihah 518)

Dilain hadist Nabi juga menyebutkan keutamaan susu:


"Minumlah susu sapi karena sapi memakan dari setiap daun pepohonan. Susu sapi juga berfungsi sebagai obat bagi setiap penyakit. (HR. Al Hakim)"


Dari dua hadits diatas jelas bahwa nabi Muhammad sangat menganjurkan kita untuk senantiasa meminum susu, dikarenakan sapi sebagai sumber susu yang memakan tumbuhan dan juga khasiat susu yang dapat menyembuhkan penyakit.

Selain sabda nabi tentang keutamaan susu diatas, ada beberapa sunnah yang dapat kita contoh dari beliau tentang tata cara meminum susu.

1. MEMBACA DOA SEBELUM MINUM SUSU


مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ طَعَامًا فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ , وَارْزُقْنَا خَيْرًا مِنْهُ , وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا , فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ , وَزِدْنَا مِنْهُ , فَإِنِّي لَا أَعْلَمُ مَا يُجْزِئُ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ إِلَّا اللَّبَنُ

"Barangsiapa yang memakan suatu makanan yang dikaruniai oleh Allah, hendaknya ia berdoa: 'Allahumma baarik lana fiihi (ya Allah, limpahkan keberkahan pada kami dalam makanan ini). Dan barangsiapa yang minum susu yang dikaruniai oleh Allah, hendaknya ia berdoa: Allahumma baarik lana fiihi, wa zidna minhu (ya Allah berilah keberkahan kepada kami dalam susu ini dan karuniakan kami lebih banyak dari susu ini) karena aku tidak tahu satupun yang bisa menggantikan makanan dan minuman melebihi susu"
(HR. Abu Daud 3245, Ibnu Majah 3321, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)



2. ANJURAN BERKUMUR-KUMUR SETELAH MINUM SUSU


عن ابن عباس – رضي الله عنهما – ان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – شرب لبنًا فمضمض وقال: إن لـه دسمًا. [البخاري ومسلم ].


"Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah minum susu berkumur-kumur. Beliau lantas bersabda, “Sesungguhnya susu itu mengandung lemak” (HR Bukhari dan Muslim).


Dari beberapa hadist dan sunnah nabi ini dapatlah diambil kesimpulan bahwa nabi kita sangat gemar meminum susu. Jadi bagi sahabat Mimilk tetap semangat nyusu ya dan jangan lupa sunnah nabi dilaksanakan. :)



src: Ensiklopedi Adab Islam

Senin, 25 April 2016

Ilmuwan-ilmuan yang Masuk Islam Setelah Riset Ilmiah


Prof Dr Maurice Bucaille adalah adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris.
Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Kisah di balik keputusannya masuk
Islam diawali pada tahun 1975.
Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama
dalam penelitian.
Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.
Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan. Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala
tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?
Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.
Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul ‘Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern’, dengan judul aslinya, ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine’.
Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata:
“Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”.
Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.
Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan
pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dan akhirnya setelah pemikiran panjang, akhirnya dia masuk islam.


ternyata ini yang nemuin jasad firaun kalau ingin tahu kalau menceritakan jasad firaun benar-benar ada lihat juga di bukti nyata dari kisah ini. 

2.Jacques Yves Costeau, di lautan terdalam menemukan Islam
 

Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli
Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang lahir pada 11 Juni 1910. Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktu dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film
dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia melalui stasiun tv Discovery Channel.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak melebur
dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga seolah- olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya. Profesor tersebut lalu teringat ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat
19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing”.
Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam.
Costeau pun berkata bahwa Alquran memang
sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Tak lama, Mr Costeau memeluk Islam.


3. Demitri Bolykov, meyakini matahari akan terbit dari Barat

 

Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika.
Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah
yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.
Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi
penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro
Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya.
Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya matahari.
Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga
tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun
Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian
tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.


4. Dr.Fidelma O’Leary, menemukan rahasia sujud dalam salat

  

Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia. Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. 
Padahal setiap inci otak manusia
memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.
Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak
manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam salat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.
Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini
artinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan mengikuti waktu salat.


5. Profesor William, menemukan tumbuhan yang
bertasbih



  

Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus
yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.
Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapat
ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis.
Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.
Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang
tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan.
Peniliti muslim ini lalu mengatakan jika temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Para ilmuwan AS dan tim peneliti Inggris yang mendengar ucapan itu lalu memintanya untuk menjelaskan lebih dalam maksud yang dikatakannya.
Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah berupa mushaf Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris.
Selang beberapa hari setelah peristwa itu, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan:
“Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apamakna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain,” demikian ungkapan William.

Semoga bisa menjadi inspirasi dan bisa di ambil hikmahnya


sumber: https://www.facebook.com/notes/betapa-kecilnya-kita-di-hadapan-allah/5-ilmuwan-yang-masuk-islam-setelah-riset-ilmiah/577733048933001/

Kamis, 07 April 2016

Hewan Melata Kiamat akan Muncul di Mekah (8)



Jakarta, Jurnal Fresh — Dalam ajaran Islam, dituliskan bahwa akan tiba pada waktunya binatang melata yang disebut “Dabbat al-Ard” yang akan keluar dari kota suci Mekah, Arab Saudi dekat dengan Gunung Shafa, setelah terjadinya peristiwa Matahari terbit dari barat. Binatang ini akan membawa tongkat Nabi Musa AS, juga cincin Nabi Sulaiman AS. Kemunculan binatang melata ini diyakini merupakan salah satu tanda hari penghakiman atau Kiamat sudah tiba.
Dalam Alquran Surat As-Syuuro (42) ayat 29 telah dituliskan bahwa, “Dan di antara Ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan Bumi dan makhluk-makhluk yang melata (dabbah) yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan apabila dikehendaki-Nya.”
Dabbat dalam Bahasa Arab yang berarti “binatang” atau “binatang buas (raksasa)”, berasal dari kata ‘debbe’, yang bermaksud melata. Perkataan ini sering digunakan untuk binatang dan serangga. Sedangkan, kalimat al-Ard berarti Bumi. Namun maksud secara bahasa, Dabbat al-Ard memiliki maksud “Haiwan yang melata di tanah” dalam bahasa Melayu.
Dituliskan dalam surat An-Naml ayat 82 bagaimana ciri dan fisik dari binatang tersebut. Di antaranya :
Pertama, memiliki ukuran tubuh yang besar. Besarnya tubuh ini diumpamakan dengan jika binatang ini keluar dari bukit Shafa dengan kecepatan kuda dalam tiga hari, maka sepertiga tubuhnya belum kelihatan.
Kedua, tubuhnya berbulu panjang, roma pendek, dan halus.
Ketiga, mempunyai beberapa kaki.
Keempat, merupakan jenis hewan melata.
Kelima, termasuk dalam golongan hewan buas.
Keenam, binatang ini keluar dari kota Mekah dekat bukit Shafa.
Ketujuh, Dabatul Ardh akan keluar dengan membawa tongkat Nabi Musa dan cincin Nabi Sulaiman.
Kedelapan, dapat berbicara kepada manusia dengan fasih dan jelas.
Kesembilan, Dabatul Ardh akan muncul setelah Ya’juj Ma’juj mati. Didalam Al Quran telah dijelaskan bahwa Yajuj Majuj merupakan dua bangsa keturunan manusia yang memiliki kekuatan sebagai penghancur umat manusia dan kemunculannya di akhir zaman.
Kemunculan binatang tersebut dimaksudkan agar kita sebagai umat Muslim, harus meyakini bahwa hal gaib itu ada. Kita juga harus tetap beriman dan percaya kepada Allah SWT dengan segala Alam Semesta beserta isinya. Selain itu, kita juga harus mempersiapkan amal perbuatan baik kita bekal untuk di Akhirat saat hari Kiamat tiba. Dan, yang terakhir adalah percaya bahwa hari Kiamat itu pasti akan datang. .
(Ferro Maulana)
Diberdayakan oleh Blogger.