berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berta segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

Tampilkan postingan dengan label wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wawancara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2016

Aiptu Budiono: 3 Peluru Menembus Tubuh, Merusak Usus dan Paru-paru


 

Jakarta - Aiptu Budiono tak akan melupakan momen tanggal 14 Januari 2016 lalu. Dia berhadapan muka dengan teroris yang menembaknya dari jarak dekat. Tiga peluru menembus tubuhnya. Namun Budiono masih selamat.

"Saya merasa ditembak dua kali, saya tahu pas dioperasi di RSPAD Gatot Subroto ada 3 lubang di belakang, nembus," kata Budiono.

Bagaimana kisah lengkap Aiptu Budiono selengkapnya? Lalu bagaimana kehidupannya setelah teror? Berikut wawancara lengkap detikcom dengan anggota Provost Polres Jakarta Pusat itu di Gedung Biddokes Polda Metro Jaya, pekan lalu:

Bisa dijelaskan awal mulai kejadian di Thamrin?

Saya saat itu lagi stand by di Balai Kota DKI mau antisipasi demo, saya dengar dari radio HT ada ledakan di pos lalu lintas Sarinah dan saya langsung mau cek ke TKP. Saya pikir sesudah ada ledakan situasi sudah steril. Nah, di tengah-tengah jalan juga ada mobil Metro 4 (Karoops Polda Kombes Martuani Sormin). Saya belum tahu pelaku masih ada di tengah. Saya sampai baru parkir motor, pelakunya mutar mobil Metro 4 dan langsung menembak saya dari jarak satu meter.

Jadi sempat melihat wajah pelaku?

Melihat dan tanpa ekspresi langsung 'deng deng'. Saya kena 'Astaghfirullah' saya nggak langsung jatuh dia juga langsung jalan ke perempatan lagi. Habis nembak saya langsung lanjut jalan gitu.

Pelaku berjalan seperti apa, apakah terburu-buru?

Masih nenteng senjata, jalan aja biasa sambil nenteng senjata. Saya juga sesudah ketembak saya langsung minggir. Saya juga bawa senjata saat itu tapi tidak ada niat untuk membalas atau gimana gitu. 

Tidak ada kesempatan untuk menembak?

Ya saya juga baru standarin motor saya, kunci kontak juga masih nempel di motor, baru turun, ketemu pelakunya langsung nembak saya. Jadi secara tiba tiba. Makanya saya pikir anggota. Saya tidak tahu kalau pelakunya masih ada di tengah perempatan itu. 

Waktu datang ke TKP sudah ada orang yang tergeletak karena ledakan bom?

Sudah. Saya pikir sudah steril di pos polisi itu. saya pikir anggota semualah yang di tengah itu, tapi rupanya pelakunya semua masih di tengah situ. Situasi jalan sepi, saya sudah pelan-pelan naik motor enggk tahunya pelakunya ada di mobil karoops itu.

Jarak pelaku menembak berapa meter?

Segini Mba, berapa meter nih saya dan Mba jarak dekat sekali. Tidak sampai satu meter mungkin.

Berapa kali pelaku menembak?

Saya merasa ditembak dua kali, saya tahu pas dioperasi di RSPAD Gatot Subroto ada 3 lubang di belakang, nembus. Saya juga nggak tahu dari mana. Saya merasa dia dua kali nembak saya.

Jadi tidak langsung terjatuh saat itu?

Enggak saya juga masih pakai helm, langsung saya minggir ke arah Hotel Sari Pan Pacific.

Saat itu siapa yang menolong bapak??

Belum ada cuma masyarakat yang ada di pinggir pinggir itu 'pak pak minggir dulu pak bapak ketembak' saat itu saya masih jalan, masih sadar, terus saya bersandar ditrotoar itu kan. Mobil pertama yang lewat mobil kapolres saya Pak (Kombes) Hendro Pandowo masyarakat bilang pak (ke Hendro) itu anggotanya ketembak. Oh iya iya itu budi ketembak. Langsung diangkut mobil kapolres.

Ada foto yang menggambarkan pelaku berada di samping bapak saat di trotoar, sempat melihat?

Iya saat itu saya sudah helm itu waktu itu. Langsung helm saya lepas. saya nggak melihat pelakunya (ada di samping) saya cuna fokus luka saya saja aduh ini gimana. Itulah mobil yang pertama lewat itu mobik pak kapolres.

Lalu langsung dievakuasi?

Dibawa mobil kapolres, saya istigfar di mobil. Mungkin beliau bawa saya pertama ke Budi Kemuliaan yang terdekat, baru pake ambulans ke RSPAD Gatot Subroto. Kondisi saya saat itu masih sadar. Mungkin pas pertama kali itu panas karena luka tembak dan saya juga merada kaya ada angin di belakang. Jadi makanya tembus. Kalau bersarang begitu mungkin sakit di dalam, ini panas gitu rasanya dan kaya ada angin karena darah bercucuran. Ada di baju dinas saya, lubangnya memang tembus ke baju. Kondisi saya waktu itu sudah lemas tapi masih sadar, pas masuk ruang UGD baru tidak sadar mungkin saya sudah tidak kuat juga.

(Sambil menunjukkan luka) Yang nyerempet paru kata dokter yang operasi, jadi parunya dijahit sedikit, udah dibuka jahitan (posisi luka di dada kanan). Usus saya dipotong 4 cm, jadi lewat bedah perut buat motong usus saya. Kalau ini kata dokter belum boleh dibuka. Ini 18 jahitan yang operasi di perut ini.

Di RSPAD berapa lama?

Sebelas hari. Waktu kejadian itu kan tanggal 14 Januari, saya pulang dari rumah sakit tanggal 25 Januari hari Senin. Kemarin tanggal 1 Februari baru kontrol pertama.

Hasil kontrol pertama bagaimana?

Alhamdulilah sih cuma belum bisa buka jahitan di siini (perut) karena harus bertahap. Kalau yang lain sudah dibuka semuanya tinggal yang di perut saja. 

Makan tidak ada keluhan?

Makan sih saya bukannya mantang, makan ya makan saja. Karena di rumah sakit itu saya cuma dikasih makan bubur sehari tiga kali. Selebihnya nasi tim nasi biasa. Cuma kata dokter kalau mau penyembuhan luka dalam itu sehari makan putih telur minimal 6-10 itu direbus. Kalau ikan itu adanya lele, patin sama gabus cuma gak boleh digoreng, harus dikukus apa di tim atau disayur.

Dengan kejadian kemarin, apa pelajarannya?

Alhamdulilah masih dilindungi Allah SWT. Allah masih sayang saya. Saya juga berterimakasih pada pimpinan pimpinan saya pak kapolri, kapolda, kapolres.

Apakah trauma?

Nggak saya nggak trauma. Mungkin kalau saya trauma saya denger letusan kecil saya udah kaget. Biasalah ini risiko dinas risiko tugas. Cuma kewaspadaan saya saya nggak tahu mana itu lawan mana teman. Karena kan pakaiannya itu kaya serse kayak intel kan pelakunya itu.

Jadi sekarang lebih waspada?

Iya saya hikmahnya saya lebih sabar. Saya syukur Alhamdulillah masih bisa kumpul sama anak istri saya. Saat itu memang yang ada di benak saya cuma anak istri saya. Sambil memikirkan anak istri saya, saya istigfar. karena anak masih kecil. Allah masih sayang saya, saya Alhamdullilah. 

Sudah berdinas lagi?

Sementara belum dinass lagi. Dari kantor juga bilang tunggu sampai pulih dulu. Jadi saya belum berani juga pakai pakaian dinas. Pakai celana panjang juga kan pakai sabuk ketekan.

Ada trauma healing setelah perawatan?

Saya didampingi sama psikiater sana ada dua selama beberapa hari. Karena dalam batin saya semangat sembuh untuk segera kembali berkumpul bersama anak istri saya. Saya masih semangat tinggi. Dari pas habis operasi saja saya langsung inget saya ketembak, cuma saya belum tahu berapa hari saya di rumah sakit cuma kata istri saya sudah 4 hari saya di rumah sakit.

Setelah siuman bagaimana?

Iya yang pertama saya lihat itu ya istri saya dengan dokter yang buka selang. Itu saya lihat cantiknya bidadari istri saya sama dokter itu langsung terang mata saya. Saya pikir bidadari dari mana, tahunya istri saya dan dokter. Pas sadar itu saya pengin langsung cerita cuma kata dokter jangan banyak bicara dan gerak dulu. Kalau mau makan saya gerak pakai tangan.

Apa hikmahnya dari kejadian ini?

Saya ambil hikmah dari kejadian ini terutama harus banyak bersyukur, bersabar dan selalu waspada. Dalam hikmah ini juga, saya mau coba sebelum kejadian ini saya perokok berat dan ngopi habis kejadian ini saya mau berenti merokok.

Karena dokter juga bilang paru saya keserempet. Biarpun dokter nggak menyarankan, saya berhenti sendiri. Dulu saya perokok berat, sehari bisa 3 bungkus. Ngopi juga di rumah paling pagi dan malam, tapi kalau di kantor bisa bergelas-gelas. Makanya dengan kejadian ini saya mau coba hidup sehat. Karena saya sayang sama anak istri saya. Nanti kalau saya merokok lagi, kena penyakit lagi paru saya sudah keserempet. 
(mad/mad)

Ical: Masalah Politik, Tidak Bisa Hukum Jadi Panglima



Jakarta - Setahun lebih Aburizal Bakrie (Ical) berupaya memperjuangkan keabsahan pengurus DPP Golkar hasil Musyawarah Nasional Bali melalui jalur hukum. Namun pengesahan itu hingga kini tak kunjung dia dapat. Meski sebenarnya kubu Ical sudah mendapat kemenangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, PTUN, Pengadilan Tinggi Jakarta, pemerintah tak juga mengesahkan kepengurusan Munas Bali. 

Ical mengikuti saran pemerintah agar konflik dualisme kepemimpinan di Partai Golkar diselesaikan lewat mekanisme partai, bukan hukum. Ical dan seterunya, Agung Laksono, sepakat menggelar munaslub yang diagendakan pada sekitar akhir Maret atau awal April tahun ini. Menariknya baik Ical maupun Agung tak akan maju dalam bursa calon ketua umum. 

Pekan lalu, kepada tim detikcom Ical akhirnya blak-blakan. Dia bicara soal kegagalannya memperjuangkan keabsahan pengurus DPP Golkar hasil Munas Bali hingga alasan dia tak lagi mencalonkan diri dalam bursa ketum Golkar di munaslub yang akan datang.

Ical juga bercerita soal kritik yang sering dia dapat dan cara menghadapinya. Berikut ini petikan wawancara tim detikcom dengan Ical di ruang kerjanya lantai 46 Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis malam, 11 Februari 2016: 
  
Anda membawa Golkar keluar dari KMP dan mendukung pemerintah?

KMP tetap. Sekarang begini, saat pemerintah ajukan Pak Budi Gunawan sebagai Kapolri, Golkar dukung tidak? Dukung kan. Waktu pemerintah katakan nggak jadi Budi Gunawan, jadinya Badrodin Haiti, kita dukung tidak? Dukung. Siapa yang membuat bahwa APBN-P 2015 jadi? Golkar. Artinya mendukung pemerintah kan, sama dengan sekarang. Bedanya, kalau kita bersama pemerintah, kita tidak di dalam pemerintah, kalau kita bersama pemerintah, mengatasi masalah, kita bisa dapatkan informasi lebih dulu. Kita bisa bilang, pemerintah kenapa begitu? Dulu kan pemerintah mengajukan Budi Gunawan, lolos DPR, tidak dilantik this should never happened. Golkar bisa berikan masukan sebelum keputusan itu diambil.
 
Maksudnya bersama pemerintah?

Bersama artinya kita diskusikan bersama. Kalau bergabung, itu dalam pemerintahan. Kalau bersama, boleh di dalam boleh di luar. Tapi saya dapat informasi duluan dong. Kenapa misalnya mau adakan kebijakan tax amnesty, kenapa mau perubahan UU Perbankan?  Sehingga kita dapat info lebih dulu.

Ketika memutuskan untuk bersama dengan pemerintah, bagaimana mengkomunikasikan dengan Pak Prabowo?

Pak Prabowo bilang, dalam keadaan seperti sekarang, kita harus dukung pemerintah. Semua.
 
Keadaan sekarang bagaimana menurut Anda?

Ya. Sekarang keadaan susah kan. Kemiskinan bertambah. BPS (Badan Pusat Statistik) yang bilang. Pengangguran bertambah, ketimpangan bertambah. Jadi mereka bilang, kita harus dukung. Caranya bisa bersama, boleh di luar.

Kombes Krishna Murti: Kalijodo 'Dihantam' Tak Masalah, Nggak Ada Premannya Lagi



Jakarta - Komisaris Besar Krishna Murti pernah menjadi Kepala Kepolisian Sektor Penjaringan, Jakarta Utara, pada 2001 sampai 2003. Saat itu pangkat alumni Akademi Kepolisian angkatan 1991 itu masih komisaris polisi.

Wilayah kerja Polsek Penjaringan salah satunya adalah Kalijodo yang terkenal sebagai kawasan prostitusi, judi dan premanisme. Saat nama Kalijodo mencuat kembali pasca insiden kecelakaan Toyota Fortuner di Jl Daan Mogot, Kalideres,  yang menewaskan 4 orang pada Senin 9 Februari, Krishna Murti pun menjadi incaran wartawan dari berbagai media untuk diwawancara.  

Maklum dia pernah menjadi Kepala Kepolisian Sektor di Penjaringan selama kurun waktu 2001 hingga 2004. Dia terlibat langsung dalam menangani konflik sosial dan penyakit masyarakat di Kalijodo. 

Dia adalah salah satu polisi yang berhasil menertibkan kawasan Kalijodo dengan membongkar semua lapak perjudian. Dengan bantuan 800 personel Polda Metro Jaya, Krishna juga 'menghantam' kelompok preman di Kalijodo. 

Tak hanya itu Krishna yang merupakan lulusan terbaikSekolah Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 2000 juga melakukan pendalaman soal Kalijodo sebagai bahanthesis S2-nya.  Hasil penelitiannya tersebut kemudian dibuat buku dengan judul, 'Geger Kalijodo' yang terbit tahun 2004. 
 
Krishna Murti yang tengah sibuk menangani kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihan sempat tak mau memberikan keterangan kepada wartawan soal Kalijodo. Setelah diyakinkan, dia pun akhirnya bersedia diwawancara detikcom dan jurnalis Warta Kota pada Kamis malam, 11 Februari 2016.

Berikut petikan wawancaranya: 


Galiat malam dikalijodo


Seperti apa Kalijodo saat Anda menjadi Kepolsek Penjaringan?
 
Kalijodo zaman sekarang itu beda sama Kalijodo zaman dulu. Kalijodo sekarang itu aman sekali. Bahwa penyakit masyarakat itu selalu ada, iya. Nah Kalijodo itu lokasi yang sebenarnya tanah bantaran sungai yang sebenarnya dikuasai beberapa pihak, dikavlingi. Bangunannya yang awalnya semi permanen kemudian menjadi permanen dan harusnya dikelola oleh negara. 

Sekarang tumbuh kafe-kafe, dulu kiri kanan tertutup di dalam situ seperti lawless place, tempat tanpa hukum. Saya sebagai kapolsek waktu itu bersama Pemda setempat membereskan tempat itu dengan pertempuran-pertempuran yang akhirnya sebelah sungai itu dibersihkan, ditata jadi bagus. Sekarang tetap kafe itu tumbuh di situ. Itu dari 2001-2002.

Kafe itu kan awal tumbuhnya itu- kan itu awalnya dipakai nongkrong-nongkrong, terus pacaran. Namanya juga Kalijodo, pesiarlah, liburanlah. Pada main-main ke situ, kemudian muncullah warung-warung. Itu kan ciri-ciri komunitas urban, bangunanya semipermanen, nah akhirnya jadi bukan hanya jadi tempat bukan hanga datang cowok cewek lagi tapi cewek-cewek yang sudah siap di situ. Di situlah ada perdagangan wanita, nah kemudian ada kafe-kafe. Lokasi Kalijodo itu strategis, daerah situ ekonominya bagus.

Jadi kalau orang mau entertain dirinya cari tempat yang kelas bawah, ke situ. Nah karena banyak orang datang sudah dulu dulu muncul namanya perjudian, bagian dari entertaint yang disiapkan oleh operator-operator di sana. Karena di situ juga ada perjudian maka muncullah pengamanan. Muncul premanisme, grup kelompok preman. 

Tiga kelompok berdasarkan etnis: Bugis, Mandar dan Banten. Mereka menguasai operator perjudian di 3 titik. Tapi karena ada perjudian di 3 titik, muncul keributan-keributan. Kenapa? Karena kalau di titik satu ramai, di titik lain sepi jadi iri kemudian ada gesekan. Karena tingkat gesekannya tinggi, panas. Kalau sudah terjadi gesekan, bunuh-bunuhan, bakar-bakaran. Belum selesai kalau belum ada yang kebakar.

Waktu saya datang mereka mencoba untuk eksis. Saya katakan nah ini, kalau konflik terus begini Jakarta tidak menunjukkan sebuah kota yang beradab. Maka saya selesaikan. Saya berjuang menyelesaikan itu, perjudian saya tutup, perang itu. Berkali-kali kita hantam yang tadinya polisi tidak bisa masuk sama saya bisa masuk, rata. 

Perjudian sudah tutup, kemudian ini kita minta diambrukkan, zaman Pak Sutiyoso ini diambrukkan. Langsung dirapikan, sudah rapi.  Tapi kan pengelolaannya di situ. Masyarakat selalu kan ada ruang-ruang di tanah mana pun yang kemudian tidak bisa terlalu diatur kemudian diisi dan itu sudah ranahnya pemerintah untuk menata ruang itu. Mau diapakan selanjutnya.

Karena tidak di-maintenance mungkin, maka tetap tumbuh. Tapi secara keamanan, itu aman. Orang kalau jalan di situ tidak akan diganggu, karena mereka menjaga kalau dia aman. Maksudnya begini kalau tidak terjadi di situ maka polisi tidak akan masuk kan, mereka takut kalau ada polisi karena akan mengakibatkan ini mereka terganggu, maka mereka menjaga supaya tidak aman.

Anak kecil jalan, perempuan jalan di situ enggak akan diganggu, aman. Orang menikmati di situ sebuah wilayah 'wisata' untuk laki-laki karena kan di sini orang-orang pelaut-pelaut itu kalau pengin hepi-hepi ke situ, semua yang kelas bawah itu.

Kejagung Tegaskan Bakal Tuntaskan Korupsi Deposito Bank Permata



Jakarta, Aktual.com – Kejakasaan Agung (Kejagung) menegaskan tetap berkomitmen untuk menuntaskan seluruh perkara korupsi yang sejak lama mengendap karena tidak tersentuh proses hukum.
Direktur penyidikan Tindak Pidana Khusus Maruli Hutagalung memastikan tidak akan menyisakan satu perkara pun. Ia berjanji pihaknya bakal membawa seluruh kasus yang diusutnya hingga ke meja hijau.
Menurutnya, setiap perkara yang ditangani akan dituntaskan hingga berkekuatan hukum tetap, baik yang sudah di tingkat penyelidikan, penyidikan maupun penuntutan.
“Kita akan tuntaskan seluruh perkara. Bilamana masih ada perkara tersisa (belum tuntas), silahkan dilaporkan, sebutkan apa perkaranya dan nama tersangkanya biar bisa dituntaskan segera,” ujar Maruli ketika dihubungi, Sabtu (26/9).
Kejagung dalam hal ini masih menyisakan sejumlah perkara yang belum dituntaskan. Kebanyakan perkara itu masih di tingkat penyidikan. Adapun salah satunya terkait penyelewengan anggaran pencairan deposito Bank Permata milik PT Pengembangan Pariwisata Bali (persero) atau Bali Tour Development Corporation (BTDC).
Perkara korupsi yang mulai disidik sejak dua tahun lalu (2013) itu belum diketahui nasibnya karena belum mendapatkan kepastian hukum. Oleh karena itu, Maruli menyatakan akan meninjau kembali perkembangan penanganan perkara itu kepada tim penyidik.
“Nanti akan saya tanyakan langsung ke penyidik, kenapa perkaranya tidak maju-maju,” ujarnya.
Selain itu, Maruli juga memastikan setiap perkara yang ditangani akan ditingkatkan dari penyelidikan, penyidikan hingga ke penuntutan.
Dia pun berjanji akan menuntaskan setiap perkara korupsi, meski beberapa di antaranya sudah ditangani semenjak dirinya belum menjabat Direktur Penyidikan.
“Tidak ada alasan. Selama saya di sini (Direktur Penyidikan) setiap perkara akan maju, tersangkanya juga ditahan,” tegas mantan Kajati Papua itu.
Untuk diketahui, perkara pencairan deposito Bank Permata telah menyeret mantan Kepala Bank Permata Cabang Kenari, Dwika Noviarti dan Direktur Keuangan BTDC Solichin.
Keduanya sudah berstatus tersangka, namun hingga kini berkas perkaranya tak kunjung dilengkapi dan dilimpahkan ke tahap berikutnya. Diketahui pula keduanya juga belum dicegah bepergian ke luar negeri dan ditahan.
Berbeda dengan 73 tersangka korupsi lainnya, dimana selama kurun waktu Januari-September 2015 sudah dikenai status cegah ke luar negeri dan ditahan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejagung. Sebagian dari mereka juga sudah dilimpahkan berkas perkaranya ke tahap II karena sudah dinyatakan lengkap (P21).
Perkara pencairan deposito tersebut sudah meningkat ke penyidikan pada 28 Juni 2013 silam, dengan ditemukan bukti permulaan yang cukup atas pencairan deposito berjangka serta pemanfaatan bunga dari deposito berjangka milik PT BTDC.
Perkara ini bermula, ketika deposito berjangka yang tersimpan di Bank Permata Cabang Kenari, Jakarta Pusat, dicairkan dan dimanfaatkan PT Incor Energy tanpa mempergunakan bilyet giro asli, serta tidak disertai aplikasi pencairan dana yang ditandangani pejabat berwenang.
Pencairan dana tersebut juga tanpa konfirmasi BTDC, selaku pemegang deposito. Perkara ini sempat menarik perhatian, karena sebelumnya tujuh orang penyidik yang dikoordinir Fadil Zumhana pernah menyita uang sebesar Rp5 miliar atas nama PT Incor Energy yang berada di Bank Permata Cabang Kenari, 13 Mei 2014.
Penyitaan ini berdasarkan penetapan persetujuan penyitaan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Nomor:4/Pen.Pidsus/TPK/2015/PN.Jkt.Pst, tanggal 7 April 2014. Setelah disita, kemudian uang tersebut disimpan oleh penyidik ke rekening penyimpanan dana titipan Kejagung RI di Bank BRI Cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan ketentuan tanpa bunga. Artinya bila sewaktu-waktu diperlukan untuk menyelesaikan perkara, pihak BRI wajib menyerahkan kembali uang titipan tersebut ke pihak Kejagung.
(Sukardjito)

Rabu, 02 Maret 2016

Elnusa: Kami Harus Tetap Lincah Mencari Peluang

Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Samsurizal Munaf


Jakarta, Aktual.com — Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Samsurizal Munaf mengaku, dengan adanya penurunan harga minyak mentah dunia ini cukup memukul kinerja perseroan. Untuk itu, emiten berkode ELSA ini tetap gencar mencari peluang agar tetap eksis di tengah turbulensi minyak dunia ini. Dengan kondisi harga minyak seperti saat ini, maka aktifitas pengeboran minyak pun mengalami penurunan.
“Untuk itu, kami tetap harus lincah untuk mencari peluang baru yaitu di sisi operation danmaintenance,” terang dia seusai membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/2).
Kepada wartawan, Samsurizal bertutur banyak terkait kondisi perseroan 2016 ini. Berikut wawancara Aktual dengan Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Samsurizal Munaf.
Untuk strategi dalam menghadapi penurunan harga minyak dunia, apa yang dilakukan Elnusa?
Strategi kami dalam menghadapi minyak yang kurang kondusif itu, yaitu engan fokus menggarap proyek terkait operation and maintenance. Apalagi aktifitas di pengeboran mengalami penurunan. Untuk itu kami dituntut tetap akan lincah untuk mencari peluang baru yaitu di sisi operation dan maintenance tadi.
Sektor ini ingin kami perkuat. Karena kami tahu Indonesia sudah bergerak di bidang migas mungkin sekitar 100 tahun. Sehingga banyak sumur minyak yang umurnya sudah 30 tahun dan membutuhkan sebuah tenaga profesional untuk bisa meningkatkan produktivitas dan efektivitas dari sumur tersebut.
Makanya kami melihat hal itu sebagai sebuah peluang. Mudah-mudahan ke depan kami dapat terus megupayakan proyek seperti itu (operational and maintenance).
Cukup besarkan kontribusi kontrak operational and maintenance itu? Kabarnya nilai total kontrak itu mencapai Rp3,5 triliun?
Angka itu memang total proyek termasuk yang eksisting sejak tahun lalu. Tapi saat ini, salah satu yang memberikan kontribusi cukup signifikan untuk tahun ini adalah kembalinya kami ke pekerjaan operation and maintenance.
×Powered By CapricornusTahun lalu, sektor ini agak lepas di situ. Tapi alhamdulillah kami bisa dapat kembali ke pekerjaan itu, yakni untuk pekerjaan selama 5 tahun ke depan. Dan hari ini kami sudah mengerjakan kontrak itu. Tapi kan dalam bisnis itu bukan hanya mendapatkan kontrak, tapi juga yang penting bagaiamana eksekusinya. Jadi bagi kami cukup signifikan dalam operation dan maintenance ini.
Untuk kontrak operating maintenance itu dengan pihak mana?
Yang jelas (partnernya) esuai dengan semangat kebersamaan kami. (Tertawa). Yang penting kan kami ini dinaungi filosofi besarnya induk perusahaan kami. Apalagi kami sendiri dipaksa Pertamina untuk memberikan harga yang kompetitif. Dan alhamdulillah kami bisa memberikan harga yang terbaik untuk Pertamina.
Kembali ke soal anjloknya harga minyak, bagaimana Elnusa menyikapinya?
Kalau dalam dunia minyak itu ada dua kategori, yakni sub service dan service. Sehingga dengan harga minyak yang rendah itu biasanya aktifitas subservice menurun, tapikan fasilitas sudah ada di atas tanah, dan bagi mereka sebagai perusahaan migas tetap ingin mempertahankan produksinya.
Makanya kami lebih memfokuskan lagi bagaimana mendapatkan pekerjaan di service, salah satunya melalui operation dan maintenance itu
×Powered By CapricornusApalagi saat ini kami sedang menjalin kerja sama dengan SKK Migas, yaitu bagaimana membuat flare gas atau gas sisa itu bisa dimanfaatkan. Mudah-mudahan PLN juga bisa menyambut positif inisiatif ini. Sehingga hubungan segitiga antara Elnusa, SKK Migas, dan PLN bisa memanfaatkan gas sisa ini untuk listrik.
Secara keseluruhan, untuk target kontrak tahun ini bagaimana?
Untuk yang yang eksisting US$317 juta dan baisanya dari tahun ke tahun kami berhasil menambah sekitar US$ 10-20 juta dolar. Karena ini semua multi years.
Termasuk kontrak untuk menggarap kilang minyak di Aljazair, apakah Elnusa terlibat?
Engga. Itu hanya Pertamina yang di Aljazair yang di sana, kami belum ada.
Tapi kalau untuk investasi di drilling and oil services (DOS) dan seismik bagaimana?
Ahamdulillah masih cukup baik. Karena di seismik sendiri ini sebanarnya waktu yang baik untuk mencari minyak, apalagi jasanya itu sedang murah. Tapi kami juga menunggu harga minyak ini bisa stabil agar tidak goyang.
Jadi memengaruhi target pertumbuhan laba perseroan?
×Powered By CapricornusDi tengah kondisi turbulensi harga minyak ini, kami tentunya sebagai perusahaan publik, masih bertekad bahwa laba bisa terus ditingkatkan. Kalau kami lihat pemain di sektor jasa penunjang migas kebanyakn asing. Boleh dibilang 80 persen itu asing. Tapi pemain migas asing ini juga sedang sibuk menghadapi turbulensi seperti saat ini. Sehingga mereka kembalikan soal harga minyak ini konsentrasinya ke kantor pusat mereka .
Ini lah sebenarnya yang menjadi peluang bagi kami yang tinggal di bumi pertiwi ini. Walaupun size market-nya turun katakanlah 30-40 persen, tapi ada 56 persen  darioriginal size yang masih bisa kami tingkatkan.
Jadi bagi Elnusa hari ini, hanya ada kisaran 5-6 persen dari market size. Artinya logis kalau kami punya kemampuan untuk menaikkan market share menjadi 8-10 persen.
Untuk menaikkan market share itu dengan ekspansi bisnis?
Iya soal ekspansi bisnis itu, kami kan bicara land and services. Jadi bukan seperti manufacturing. Alhamdulillah karen kami di sektor jasa, maka kami siapkan capability-nya dulu untuk mengerjakan suatu hal itu.
Sehingga bisnis awalnya itu bagaimana kami dapat berdiskusi mencari peluang-peluang dalam rangka mengurangi biaya perusahaan-perusahaan minyak. Ketika peluang-peluang itu berhasil dirangkum maka kami deliver service-nya.
Jadi kami ini very small portion, so we make an investment on speculation business. So,the majority part mungkin sekitar 90-95 persen our investment on contract, not speculaton.
Jadi alhamdulillah untuk jasa kami dimana komponen knowledge lebih besar dari pada komponen equipment. Karena kami ini bukan seperti drilling company. Artinya kami punya kemampunan untuk melakukan up sizing atau down sizing dari sebuah variable cost yang cukup responsif dalam menghadapi situasi seperti saat ini.
(Ismed)

Diberdayakan oleh Blogger.