berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berta segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

berita segar

berita yang memberikan informasi terhangat dan terbaru yang anda belum ketahui.

Selasa, 26 April 2016

20 tempat paling eksotis di indonesia


blog: Jurnal Fresh Saudaraku sekalian. Melanjutkan tentang kekaguman kita pada tanah pertiwi ini, maka dalam kesempatan ini saya akan mengajak Anda untuk mengulik lebih jauh tentang pesona eksotis dari tempat-tempat indah yang dimiliki oleh Nusantara. Ini tidak bermaksud mengatakan yang terlengkap, lantaran masih banyak sekali di luar sana yang belum terpublikasikan, namun setidaknya bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kekayaan dan keindahan alam Nusantara kita

1. Danau Toba, Sumatera Utara


Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau vulkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

2. Danau Gunung Tujuh, Jambi



Kerinci boleh bangga dengan keberadaan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik. Danau Belibis dengan alam yang masih asli memberikan sentuhan yang berbeda.


3. Pulau Belitung, Bangka Belitung



Pulau indah, pemandangan unik pantai pasir putih asli dihiasi batu-batu granit yang artistik dan air laut sejernih kristal, dikelilingi oleh ratusan pulau-pulau kecil.


4. Krakatau, Selat Sunda


Adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa.


5. Green Canyon, Jawa Barat



Green Canyon menyimpan pesona luar biasa. Perpaduan antara sungai, lembah hijau, hutan lindung, dan aneka stalaktit-stalakmit. Keindahan berbalut kesunyian, bagai surga yang tersembunyi. Green Canyon mulai dikembangkan pada tahun 1989.

6. Kawah Ijen, Jawa Timur



Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.


7. Gunung Bromo, Jawa Timur



Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.


8. Air terjun Madakaripura, Jawa Timur



Selain itu, di kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura, dengan ketinggian sekitar 200 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut  kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras.

Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut.

9. Baluran, Jawa Timur



Baluran adalah Afrikanya Indonesia, Taman Nasional ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.


10. Goa Gong, Jawa Timur



Goa Gong diklaim sebagai goa terindah di Asia Tenggara. Di dalam gua ini Anda dapat menyaksikan berbagai macam tonjolan batuan (stalaktit/stalakmit) yang sangat menarik dan proses terjadinya secara alami.


11. Pantai dreamland, Bali



Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali selain Pantai Kuta. Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya. Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.


12. Gunung Rinjani, NTB



Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, sampai mahasiswa pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.


13. Gunung Kelimutu, NTT



Gunung Kelimutu, NTT adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.


14. Pulau Komodo, NTT



Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) Merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).


15. Pulau Derawan, Kalimantan Timur



Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”


16. Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara



Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.


17. Pegunungan Karst Bantimurung, Sulawesi Selatan



Taman Nasional Bantimurung mempunyai pemandangan alam yang paling indah. Karena di taman nasional ini, terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.


18. Carstensz Pyramid, Papua



Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania.


19. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat



Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Sehingga diyakini sebagai pusatnya kekayaan alam bawah laut, yang tidak tertandingi di seluruh dunia. Bahkan bukan cuma itu saja, pemandangan alam perbukitan, panorama pantai dan kekayaan hayatinya juga dapat menyihir siapapun yang berkesempatan kesana. Yang menjadikannya tidak bertentangan dengan julukannya sejak dulu, yaitu “Pulau Syurga” atau “Syurga yang hilang”.


20. Danau Sentani, Papua



Danau Sentani di bawah lereng Pegunungan Cycloops yang terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Landskap Danau Sentani dengan gugusan pulau di tengahnya merupakan salah satu yang terindah di Indonesia.


keindahan itu tak seberapa dengan keindahan hati anda yang melihat blog saya : jurnalfresh.blogspot.co.id

Liburan ke Jepang, JKT48 Kunjungi Tempat Bersejarah



Jakarta, Jurnal Fresh — Beberapa waktu lalu para personel JKT48 sempat melakukan kunjungan ke Jepang. Dalam perjalanan tersebut, Haruka dan kawan-kawan mengunjungi Edo Wonderland, Nikko Edomura dan berbagai tempat bersejarah di Jepang.
Saat para personil JKT48 ini berada di tempat wisata yang terletak di Karakura, Nikko, Tochigi, ada hal menarik yang mereka alami. Mereka merasakan bagaimana rasanya hidup di zaman Edo, yang mana di zaman tersebut adalah suatu zaman penting dalam sejarah Jepang.
“Nikko Edomura adalah taman rekreasi dimana kamu bisa merasakan budaya dan kehidupan saat zaman Edo,” ucap salah satu personel, Gracia, dalam acara The Ichiban di atrium FX Sudirman, Jakarta, Minggu (21/2).
Saat berada di Edo Wonderland, Haruka, Gracia, dan Yupy juga menyempatkan diri untuk memakai baju khas Jepang. “Bisa nyobain zaman Edo banget, kita juga nyobain kimono, terus Gracia pakai baju ninja,” sambung Yupy.
Edo Wonderland hanya salah satu dari banyak tempat yang dikunjungi oleh Haruka cs saat liburan ke Jepang. Karena selain kesana, mereka juga menikmati tempat bermain sky diving, kebun strawberry dan aquarium ubur-ubur terbesar di Jepang
(Karel Stefanus Ratulangi)

9 Kebudayaan Indonesia yang Mendunia

1. TARI PENDET


video

blog: jurnal fresh  Tari pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura.Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Perkembangan tari Pendet sangat pesat, lambat laun seniman Bali mengubahnya menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung nilai sakral-religius. Pencipta modern tari Pendet adalah I Wayan Rindi. Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, dewasa maupun gadis.

2. BATIK 
video


Batik (bahasa Jawa) berarti menulis dan "nitik". Batik tradisional merujuk teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain/bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan. Batik tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang memakai batik pada Konferensi PBB. BATIK berkembang pesat di Pekalongan, Solo, Semarang, Cirebon, Banyumas, dan kota-kota lain Indonesia

3. WAYANG 
video


Wayang dikenal sejak zaman prasejarah yaitu sekitar 1500 SM. Indonesia saat itu memeluk animisme berupa pemujaan roh nenek moyang yang diwujudkan dalam bentuk [arca] atau gambar. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada 7 November 2003, sebagai (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Dua versi wayang: oleh orang dengan memakai kostum, wayang orang dan yang berupa sekumpulan boneka yang dimainkan oleh dalang, wayang kulit dan wayang golek. Cerita yang dikisahkan dalam pagelaran wayang dari Mahabarata dan Ramayana. Kadangkala cerita Menak (cerita-cerita Islam) dipentaskan pula. WAYANG berkembang pesat di Jawa dan Bali.

4. RENDANG DAGING

 Rendang daging adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan ini sangat digemari di semua kalangan masyarakat baik itu di Indonesia sendiri ataupun di luar negeri. Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatra Barat yaitu musyawarah, yang berangkat dari 4 bahan pokoknya tersebut. RENDANG berasal dari Sumatra Barat, Indonesia.

5. ANGKLUNG 
video

Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia terbuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai kebanyakan adalah salendro dan pelog. Kemunculan angklung 400 tahun lalu berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur. Dikenal oleh masyarakat diantaranya sebagai penggugah semangat pertempuran rakyat sampai masa penjajahan, itu sebabnya Hindia Belanda sempat melarang. ANGKLUNG berasal dari Jawa Barat, Indonesia.

6. RASA SAYANGE
video

RASA SAYANG-SAYANGE Rasa Sayange/ Rasa Sayang-Sayange merupakan lagu daerah yang selalu dinyanyikan secara turun-temurun sejak dahulu untuk mengungkapkan rasa sayang terhadap lingkungan dan sosialisasi di antara masyarakat Maluku. Jika didengarkan, lagu ini layaknya seperti sajak/ pantun yang bersahutan. Namun dari liriknya tetap diawali oleh kalimat Rasa sayange rasa sayang sayange, Eeee lihat dari jauh rasa sayang sayange dan diakhiri lirik dengan kalimat Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi... Kalau ada umurku panjang, boleh kita berjumpa lagi. LAGU RASA SAYANGE/ RASA SAYANG-SAYANGE berasal dari Maluku, Indonesia.

7. REOG Reog 
video

adalah salah satu kesenian yang diisi oleh sosok diantaranya warok dan gemblak. Reog masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog. REOG berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia.

8. PADMA RAKSASA

 (Rafflesia arnoldii) Patma raksasa merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran terbesar di dunia. Ia tumbuh menghisap unsur anorganik dan organik tumbuhan Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tak mampu berfontosintesis. Bunga merupakan parasit tak berakar, tak berdaun, dan tak bertangkai. Diameter bunga mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat 11 kilogram. Bunga mempunyai 5 daun mahkota yang mengelilingi bagian seperti mulut gentong. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi. PADMA RAKSASA tumbuh endemik di Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Selatan, Indonesia

9. JALI-JALI

 LAGU DAERAH JALI-JALI berasal dari Jakarta, Indonesia.
Well , guys itu adalah budaya budaya Indonesia yang harus kita jaga . Bukan cuma budaya itu saja , kita harus melestarikan budaya yang lainnya juga . Kita juga harus sering promosi tentang Indonesia .

Dialog Sastra Bali Modern Dihelat pada Sabtu di Gianyar




Denpasar, Jurnal fresh — Bentara Budaya Bali (BBB), lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar menggelar ‘dialog seputar sastra Bali modern dan anugerah Rancage’.
×Powered By Capricornus“Kegiatan yang akan digelar Sabtu (30/1) menampilkan dua pembicara yakni sastrawan I Gede Gita Purnama dan pemerhati sastra I Gede Gita Purnama akan berbagi pandangannya seputar buku ‘Ngurug Pasih’ yang meraih Hadiah Sastra Rancage tahun 2015,” kata kata Penata Acara tersebut Juwitta K. Lasut, kepada wartawan, di Denpasar, Kamis (28/01).
Dialog yang melibatkan seniman, budayawan dan berbagai elemen masyarakat mengulas perihal peranan dan posisi hadiah Sastra Rancage dalam kehidupan sastra berbahasa Ibu di Indonesia, khususnya sastra Bali modern.
Putra Ariawan juga akan berbagi proses kreatifnya menulis buku kumpulan cerpen Ngurug Pasih (menimbun laut).
Sastrawan yang juga pengajar di SMA Negeri 1 Kediri Tabanan, I Gede Putra Ariawan, telah menekuni proses penulisan kreatif semenjak menempuh studi di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Perguruan Tinggi Undiksha, Singaraja (2006-2010).
Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, opini, dan artikel pendek pernah dimuat di majalah Ekspresi, Satua, dan Bali Post. Buku perdana yang diterbitkan berupa kumpulan cerpen berbahasa Bali Ngurug Pasih (menimbun laut) mendapat penghargaan Sastera Rancage 2015 dari Yayasan Kebudayaan Rancage di Bandung.
“Ngurug Pasih” (Menimbun Laut) terbit 2014 (Pustaka Ekspresi) memuat 15 cerpen berbahasa Bali: Ajeg Bali, Kekupu, Museum, Engkebang Bulan, Kado, Kode Alam, Ngurug Pasih, Padine Mentik di Tanah Wayah, Pekak Kaung, Sanggah, Car Free Night, Taluh Semuk, Kaliwat Tresna, JKBM, dan Langsung Sing Langsung.
Ke-15 cerpen dalam buku Ngurug Pasih sebagian besar bertema sosial yang menekankan pada satire atas gejala-gejala sosial masyarakat Bali. Cerpen Ngurug Pasih misalnya, menggambarkan penjualan habis tanah-tanah di Bali untuk villa dan bangunan-bangunan pariwisata.
Cerita ini juga menggambarkan adanya peubahan-perubahan nilai akibat globalisasi, antara menjaga kearifan lokal Bali dengan nilai-nilai baru yang akibat hadirnya pariwisata selama ini.
×Powered By CapricornusSementara itu, pemerhati sastra, I Gede Gita Purnama, akan mengulas seputar buku Ngurug Pasih, namun juga mempertajam gagasan perihal peranan anugerah sastra Rancage dalam perkembangan sastra Bali modern, termasuk mendorong lahirnya karya-karya sastra berbahasa Ibu, tak terkecuali bahasa Bali.
Selama ini, I Gede Gita Purnama aktif dalam berbagai upaya pelestarian bahasa Bali, termasuk bergabung dalam Aliansi Peduli Bahasa Bali, sebuah organisasi sosial yang bergerak dalam bidang pelestarian dan pengembangan Bahasa Bali.
Selain menjadi kontributor rubrik berbahasa Bali di Bali Orti (koran Bali Post) dan Media Swari (Pos Bali), ia juga editor serta penulis dalam beberapa buku diantaranya, “Dendang Denpasar Nyiur Sanur” (kumpulan puisi), “Denpasar lan Don Pasar” (Kumpulan puisi), “Wayan Bratha, Seniman Kelas Dunia” (biografi seniman Bali), “Angripta Rum” (Kumpulan cerpen bahasa Bali), “Smara Reka” (kumpulan puisi bahasa Bali). Alumnus Fakultas Sastra Universitas Udayana ini kini juga merupakan pengajar di IHDN (Institut Hindu Dharma Negeri) Denpasar.
(Ferro Maulana)

orang-orang yang misterius di indonesia

 Sejarah mencatat, paling tidak ada  orang-orang yang misterius di Indonesia yang sebenarnya layak di ketahui keberadaan serta perannya apabila orang-orang tersebut benar-benar ada. Tetapi sayangnya, mereka tetaplah misterius dan tentang keberadaannya sulit diketahui dengan pasti, bahkan beberapa di antaranya, makamnya sulit d temukan.


1. Supriyadi (PETA)

Siapa yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Supriyadi adalah pahlawan nasional, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air ( PETA ) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. 

Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.





Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang-orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. 

Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Namun yang membuat sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno', yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang.

Andaryoko

Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun.

Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.

2. Tan Malaka

Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah satu (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain.


Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu ( termasuk oleh Bung Karno ) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu.

Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.

3. Gunadarma (Borobudur)

Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok Brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaannya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah 'kulit' yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma.

Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum Brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan 'kulit' situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata simbol dan bukan merupakan nama seseorang.

Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.

4. Ki Panji Kusmin

Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya.

Disertai Malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. 

Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang 'menyimpang' pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya tragedi 1965.

Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril. 

Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin.

Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun. Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.



5. Imam Sayuti alias Tebo

Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami - istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami - istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama.

Ternyata, baru tiga hari pamitan, ‘Fai’ pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asl ). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah.

Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap 'laki - laki' itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli. 

Maka gegerlah sudah keluarga baru ini. Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya.

Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk 'dari langit'. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami - istri ini layaknya anak mereka sendiri.

Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (Penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak.

Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa 'bersetubuh' dengan manusia dan melahirkan manusia 'gado - gado'. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan 'makhluk' ini.

6. Perobek Bendera Belanda di Hotel Oranje
Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman. 

Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka.


Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda yang mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana.

Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini 'Sang Merah Putih' yang berkibaran di angkasa.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.


7. Penulis Buku Darmogandhul

Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya.

Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Hal ini didapati pada untaian kisah berikut:

… wadya Majapahit ambedili, dene wadya Giri pada pating jengkelang ora kelar nadhahi tibaning mimis, …

Maksudnya: Pasukan Majapahit menembak dengan senapan, sedangkan pasukan Giri berguguran akibat tidak kuat menerima timah panas. 

Apakah zaman itu sudah digunakan senjata api dalam berperang? Hal tersebut tidak mungkin sebab senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara. 

Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara.

Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab 'ngawur' ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda.

Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu. 

Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.

Sumber :

markasberita.com
Diberdayakan oleh Blogger.